Curhat, Abi tos teu kiat deui

Terlahir sebagai seorang lelaki, jiwa pemberani sudah pasti dimiliki tenaga dianugrahkan lebih dari wanita tangan dan kaki hendaknya lebih tertata. Jangan salah gunakan untuk menyakiti jiwa raga perkasa imbangilah dengan budi pekerti.

Cara ampuh beri bukti adalah bakti lelaki sejati pasti bisa mengerti

Cerita dahulu dan mungkin sekarangpun masih kita dengar yaitu

  1. Setan menggoda manusia yang sedang tidur diwaktu adzan subuh dengan selimut menutupi telinga manusia agar tidak mendengar adzan
  2. Ketika sholat setan menusuk-nusuk tubuh manusia dengan jarum agar sholatnya terganggu. Tubuhnya jadi tidak bisa diam atau ada rasa gatal-gatal ketika sholat.

Cerita ini mengandung filosopi bahwa :

Selimut yang dimaksudkan disini adalah “kenyamanan“, harta yang berlimpah, rupa yang rupawan jabatan yang strategis dll. Kesemua kenyamanan yang dimiliki membuat manusia lalai bahkan khianat kepada Allah. Lupa diri-melampaui batas tidak sadar diri bahwa tujuan penciptaan manusia itu hanya untuk ibadah kepada Allah.

Jarum yang dimaksudkan disini adalah “kesusahan” kesulitan hidup dan sejuta perkara manusia. Menyebabkan manusia jadi buta meski mempunyai mata, tuli meski mempunyai telinga, dan lalai-khianat meski punya hati sehingga rela menggadaikan iman hanya demi mendapatkan uang yang banyak, jabatan dan kekuasaan yang dia kira dapat membuatnya bahagia dan sejahtera.

Berikut dialog yang musti kita renungkan (dalam bahasa sunda) :

Curhat

Uing : Ya Allah…

Allah : Aya naon ???

Uing : Abdi bade curhat..

Allah : Geus nyahoo kabeh! Emang geus teu kiat?? Kumaha, bade uih wae???

Uing : Ampunn gusti, kiat keneh da😦

Allah : Nya soook… sing tenang nya!

taubat

Jangan mudah tergiur untuk melenceng, jangan mundur oleh ujian yang menggembleng. Kita dulu terlahir sebagai pemenang dan kita harus mati sebagai juara yang dikenang. Dalam hidup jangan tampil sebagai pecundang jangan pernah menyerah oleh tembok yang mengangkang…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s