Taubat

penyesalanKita sebagai manusia tidak lepas dari salah dan dosa yang dilakukan dengan atau tidak sengaja. Oleh karena itu mohonkanlah ampunan dari-Nya dan bertaubatlah serta perbaikilah segala amal  perbuatan kehidupan kita.

Kata taubat mempunyai pengertian dari 3 perkara, yaitu :

  1. Ilmu
  2. Keadaan dan
  3. Perbuatan.

Ilmu Taubat adalah mengetahui dengan sebenar benarnya perihal betapa besarnya bahayanya jikalau dilakukan dan bahwa dosa-dosa itu sendiri merupakan racun yang sangat merusak hati, jiwa dan pemahaman (fikir), juga merupakan tabir antara seseorang dengan apa saja yang dianggap kekasihnya.

Keadaan yang taubat adalah jika seseorang itu telah memahami dengan baik tentang dosa akan dimbul kesakitan dalam hatinya, karena dosa menyebabkan diri terpisah dari sang kekasih Allah al-mahbud. Jikalau sampai demekian ini disebabkan oleh perbuatannya, maka ia menyesali perbuatannya sendiri (penyesalan).

Perbuatan taubat adalah kehendak “iradat” dan kesengajaan yaitu keadaan yang timbul ketika rasa sakit berkesan dalam-dalam pada hatinya dan dapat benar-benar mempengaruhi jiwanya. Kehendak dan kesengajaan ini adalah yang bersangkutan dengan perbuatan yang akan dilaksanakan secara berbarengan yaitu pada saat sekarang, saat yang lalu dan saat sesudahnya/ hari-hari yang akan datang.

  • masa sekarang adalah dengan meninggalkan dosa yang sedang dilakukan, yang berhubungan dengan
  • masa lalu adalah mengejar apa yang sudah tertinggal karena kesalahannya itu dengan berbuat kebaikan serta mengqodloi yang sudah terlambat jika sekiranya akan ditebus dengan kebaikan dan
  • masa yang akan datang adalah sengaja akan meninggalkan dosa yang menyebabkan perpisahan anatara dirinya dengan kekasihnya itu untuk selama-lamanya dan sepanjang usianya sampai mati

Jadi kumpulan dari ilmu, penyesalan dan kasad (kesengajaan) yang bersangkutan meninggalkan kesalahan itulah yang secara kesatuan disebut “taubat”

Hadist Rasulullah :

“Seseorang yang bertubat dari dosanya itu adalah sama dengan orang yang tidak mempunyai dosa lagi” (HR. Ibnu majah).

“Dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, maka kebaikan ini akan dapat melebur keburukan tadi” (HR. Thabrani).

“Seorang mukmin itu dapat melihat dosanya sebagaimana melihat gunung yang ada diatasnya, ia takut sekali kalau gunung itu jatuh diatas dirinya. Adapun orang munafik itu melihat dosanya sebagaimana melihat lalat yang terbang melalui hidungnya, maka lalat itu tinggal dienyahkan sajasupaya terus terbang”. (HR. Bukhori)

Akuilah kesalahan yang memang kita perbuat yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.  Baik itu aib yang dibukakan Allah kepada Sesama manusia ataupun yang tidak. Sesungguhnya Allah maha melihat lagi maha mengetahui segala perbuatan kita selama hidup.

Marilah berkomitmen sungguh-sungguh dengan ilmu-amal yang kita miliki untuk bertaubat kepada Allah dan mohon ampun yang sedalam-dalamnya atas dosa dan keburukan yang kita lakukan dengan tidak melakukannya lagi sampai kita mati, dengan menggantikan keburukan itu denga amal sholeh sepanjang syariat islam.

Doa Nabi Adam :
“Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lanakunanna minal khosirin “
Artinya : Ya Allah, kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak Engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.


Bacaan rekomendasi tentang FASIQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s