Saya Tidak Lebih Pintar Dari Pada Seekor Semut

Berikut kisah hikmah Semut dan Kenikmatan Semu yang saya peroleh dari teman saya. Sungguh menarik untuk disimak sebagai pembelajaran bagi kita semua.

Tahapan belajar

Iman kepada Allah adalah bekal dan sendi pertama dari pada hidup manusia berbakti. Tetapi iman tidak akan sempurna jika tidak disertai dengan Islam. Karena wujud bukti-bakti manusia kepada perintah dan larangan-Nya Allah ialah Iman dan Islam. Bukan hanya sekedar tinggal dihati dan dibibir saja tetapi juga harus diwujudkan dengan amal perbuatan yang nyata.

Selanjutnya kesempurnaan Iman dan Islam diperoleh dengan memperbanyak, memperdalam, dan memperluas ilmu dalam segala aspek kehidupan. Ilmu yang diperoleh menjadi pangkal dan penguat amal shaleh, bukan sebaliknya digunakan untuk menjauhi diri rasa keagamaan dan ketuhanan. Dan akhirnya hikmah timbul dari pengalaman, penyelidikan dan telaah atas sesuatu kejadian atau peristiwa.

Tanpa amal dan pengalaman tidak akan dapat diperoleh hikmah dari pada sesuatu. Tegasnya hikmah yang bisa memperdalam faham, mempertajam pikiran, memperluas pengetahuan, memperhalus budi pekerti, menyucikan akhlak dan mempertinggi peradaban dunia.

Oleh sebab itu jangan segan-segan dan bosan-bosan kita membelah dada untuk membersihkan dan mensucikan batin, Itiqod dan niat kita!  sebab tanpa itu maka tidaklah dalam dada, jiwa, ruh dan amal manusia terdapat tempat bersemayam bagi IMAN, ISLAM, ILMU dan HIKMAH.

Kita yang mengaku Iman kepada Allah dan Islam kita terima sebagai agama sebagai dien satu-satunya yang dirhidoi disisi Allah. Bukankah kita akan marah kalau dikatakan tidak Islam. Tetapi Iman dan Islam itu sendiri belum meresap ke dalam jiwa-jiwa masing dari kita. Kita belum merasakan lezatnya iman, kita belum merasakan nikmatnya ideologi Islam.

Memikirkan segala ciptaan Allah adalah sumber segenap ilmu

Berikut kutipan dari Nasihat Buya HAMKA kepada Angkatan Muda Islam

Islam is the way of life just not lifestyel

“Binalah diri ini terlebih dahulu dengan memperdalam aqidah dan ibadah, perteguh hubungan dengan Tuhan. dengan pertalian yang teguh dengan Tuhan, hadapi tugasmu (Tujuan Penciptaan Manusia Adalah?) dalam hidup”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s