Belajar Berhitung

Belajar BerhitungHidup itu sungguh “singkat”.

Kalimat ini mungkin sering sekali kita dengar. Bagaimana menurut anda ???

Pernahkah terpikir ataukah tak berarti ??? “

Anggap saja bila usia rata-rata orang jaman sekarang 63 tahun, maka hitung-hitunglah berapa lama kita hidup ???

Seperti yang kita maklum dan mafhum sebagai orang islam kita mulai dimintai pertanggung jawaban ketika usia 18 tahun/ dianggap balig sepanjang syariat islam. Pada masa 1 tahun sampai 18 tahun kita masih dalam masa kanak-kanak dan belum dimintai pertanggung jawaban.

Setelah akil balig maka setiap manusia akan mulai dihitung amal baik dan buruknya untuk kelak dimintai pertanggungjawabannya selama hidup di dunia. Setiap diri akan dihisab dengan seadil-adilnya oleh “Pemilik hari pembalasan” tidak ada satu orangpun yang didzolimi.

  • Bagi orang beriman dan mengerjakan amal shaleh balasannya adalah syurga dan kekal didalam nya.
  • Bagi orang kafir/musrik kepada Allah, Rasulnya balasanya adalah neraka yang sangat mengerikan, itulah seburuk-buruknya tempat kembali.

Cobalah berhitung dan ambilah hikmah dari padanya.

Sebagai contoh :

Diketahui : Bila usia kita yang ditetapkan Allah adalah 63 tahun, lalu dipotong masa kanak-kanak 18 tahun maka :

63 tahun- 18 tahun = 45 tahun.

Jadi masa pertanggungjawaban hidup adalah 45 tahun

Berapa lamakah sebenarnya kita hidup ??? silahkan…

Diketahui 1 hari = 24 jam

  • Sepertiga dalam sehari atau 8 jam sehari dihabiskan untuk tidur
  • Sepertiga lagi dalam sehari atau 8 jam sehari dihabiskn untuk belajar di sekolahan/ universitas/ untuk bekerja mencari nafkah.
  • Sisa waktu 8 jam itu pun digunakan untuk aktifitas sehari-hari misalkan istirahat, makan, mandi, jalan-jalan bersama teman, berkumpul dengan keluarga, maen games sesuai hobi dan minat masing-masing dan rutinitas lainnya.

Berapa lagi sisa waktu yang kita miliki? silahkan jawab ….

waktu

Dari keterangan diatas dapat diperoleh hasil :

  • 8 jam/ hari dihabiskan untuk tidur, maka 1/3 dari umur kita yaitu 45 tahun digunakan untuk tidur = 1/3 x 45 tahun = 15 tahun.

Jadi waktu yang dihabiskan hanya untuk tidur saja adalah = 15 tahun.

  • 8 jam/ hari digunakan untuk belajar di sekolahan/ universitas/ untuk bekerja mencari nafkah = 1/3 x 45 tahun = 15 tahun.

Jadi waktu yang dihabiskan untuk belajar di sekolahan/ universitas/ untuk bekerja mencari nafkah = 15 tahun.

  • Waktu yang tersisa adalah 8 jam yang dimanfaatkan untuk rutinitas hidup lainya = 1/3 x 45 tahun = 15 tahun

Dari ± 45 tahun waktu yang diberikan, lihatlah sungguh sangat sibuk sekali manusia bukan??? Oleh sebab itu jangan sia-siakan waktu, walaupun 1 (satu) detik ia tidak bisa kembali.

Hidup seperti apakah yang kita pilih ??? Silahkan tentukan …..


Bagaimana seandainya kalau sewaktu-waktu kita dicabut nyawa oleh malaikat Israil, bisa sekarang, besok, lusa atau kapanpun itu tapi mati adalah sesuatu yang pasti dan tidak bisa terbantahkan. Yang perlu di ingat Hanya Penghambaan yang Bisa Melahirkan Pertolongan karena setiap diri kita akan dimintai pertanggunjawaban.

Hitung-hitunglah, janganlah segan-segan mengakui kesalahan yang memang pernah kita perbuat. Jangan pula segan-segan dan bosan-bosan kita membelah dada untuk membersihkan dan mensucikan batin, Itiqod dan niat kita!  sebab tanpa itu maka tidaklah dalam dada, jiwa, ruh dan amal manusia terdapat tempat bersemayam bagi IMAN, ISLAM, ILMU dan HIKMAH.

Islam kita terima sebagai agama, dan kita marah kalau dikatakan tidak Islam. tetapi Islam itu sendiri belum meresap ke dalam jiwa. Kita belum merasakan lezatnya iman, kita belum merasakan nikmatnya ideologi.

Telah hampir datang kepada seluruh manusia perhitungan amalan mereka, sedangkan mereka masih dalam keadaan lalai (di dunia) dan tidak memperdulikan (dari akherat). Setiap apa-apa yang datang kepada mereka yang berupa peringatan baru dari Rabbnya mereka hanya mendengarkan saja, tetapi seterusnya mereka hanya mempermain-mainkan belaka. (Qs. Al-anbiya : 1-2)

Marilah berhitung kemudian lakukan sekarang juga apa yang mesti dilakukan esok hari dan seterusnya :

  • Terimalah seruan iman kepada Allah dengan tidak menyekutukannya tegasnya diri-sosial bertauhid.
  • Terimalah ajaran Islam secara utuh dan menyeluruh atas panduan hidup sepanjang masa setiap waktu.
  • Meninggalkan semua konsep dan metode non fitrah yang telah direka dan diraba-raba oleh manusia yang memang tidak beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Muhammad Saw) dan hari akhir/ hari pembalasan..

3 Comments Add yours

  1. mtnugraha mengatakan:

    Enya nya pendek pisan umur teh, tapi pikiran unggal poe teh kanu dunya weh …. hadeuh. Kudu rea instropeksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s