Untukmu dan Untukku Wahai Sahabat

PersahabatanWahai sahabat…

Pernah kita lalui bersama satu waktu dari masa dalam hidup. Dari yang asalnya tidak tahu menjadi tahu, tahu menjadi kenal, kenal menjadi sayang, sayang kemudian memilih, memilih kemudian menetapi dan memperjuangkannya bersama.

Memori biru bermain riang gembira bersama. Suasana persahabatan yang hangat serta canda-tawa berangkai keluh kesah mewarnainya. Belajar-praktek saling asah, saling asih, dan saling asuh dalam kebersamaan.

Dibagian lain tak bisa dipungkiri ada juga suasana jahil yang menghinggapinya. Memori sedih-duka bersama. Suasana persaingan, percintaan, permusuhan, penghianatan, penderitaan, ketidakpuasan semua dinamika didalam kebersamaan.

Tetap bersyukur atas limpahan karunia-Nya masih berpijak di dunia, belajarlah benahi kesalahan yang pernah dilakukan kemudian lakukan apa yang mesti dilakukan

Selanjutnya satu waktu dari beberapa kisah sekarang.

  • Beberapa dari kita ada yang bagus ekonomi hidupnya dan beberapa dari kita ada yang kurang bagus ekonomi hidupnya bahkan beberapa dari kita ada yang kurang layak untuk hidupnya.
  • Beberapa dari kita ada yang punya jabatan dan pengaruh yang “luas” dan ada juga yang “biasa” saja bahkan ada beberapa dari kita yang terzolimi.
  • Beberapa dari kita ada yang sudah berkeluarga dan memiliki anak satu, dua dan seterusnya.  Beberapa dari yang telah berkeluarga ada yang berpisah kemudian membentuk keluarga yang baru lagi begitu seterusnya. Bahkan beberapa dari kita ada yang belum berkeluarga sama sekali sampai sekarang menurut alasanya masing-masing😀.

Beberapa dari kita ada yang belum-sudah tiada di dunia, tidak tahu kabarnya sama sekali, tahu kabar tapi beda provinsi bahkan negara😀 dan beberapa dari kita masih bisa berjumpa sekedar ngopi bersama dan atau memang ada kerjasama seperlunya saja. Ada juga yang sengaja untuk bersilaturahmi-bersilaturahim (y).

Teman-teman dan Teman-temanku sedikit gambaran perjalanan hidup ini atau kenanglah memori yang pernah kita lalui bersama…

Untuk semua sahabatku yang pernah kenal, terkhusus yang masih bisa berkunjung dan mengunjungi jagalah silaturahmi-silaturahim kita agar selalu terjaga. Belajar-amalkan saling asih, saling asah, dan saling asuh. Saling berbagi-menerima, saling menasehati, menetapi dan melindungi serta bersama-sama memperjuangkan yang  “benar” selama hidup di dunia juga besar harapannya hingga sampai akherat nanti.

Untuk bahan renungan, Mikir, Dzir, Ngukir saya dan kita semua Allah Ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Bacaan rekomendasi : Silaturahim

 

2 Comments Add yours

  1. mtnugraha mengatakan:

    Betul Jod, silaturahmi harus selalu dilakukan, sayangnya sekarang ini malah susah, dan hanya segelintir kawan saja yang berkomitmen untuk tetap menjaga silaturahmi.

    Silaturahmi selain menjadi jalan rezeki, juga sebagai sarana untuk mengetahui kondisi kawan-kawan terkini. Saling membantu jika kawan sedang ada masalah, dan ikut bersyukur serta senang jika kawan sedang mendapat kebahagiaan. Saling memberitahu kepada kebenaran dan saling mencegah di dalam kemunkaran. Itulah arti persahabatan

    Punten rada panjang komenna, hehehehehe …….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s