Resume Belajar

Bismillahirahmanirrahim..

Jika kita (Manusia) suka menjelajah, membaca, mengupas, meneliti, mempelajari dan merenungkan perjalanan hidup “khususnya sejarah para anbiya” hikmah dan ajaran serupa itu hendaknya jangan hanya merupakan dongeng dan cerita yang enak di baca, merdu didengar dan nyaman dikata saja. Jika seperti itu sangatlah disayangkan.. sungguh sayang beribu-ribu kali sayang😦

Rabb
Larabbaillah

Dengan menjelajah, membaca, mengupas, meneliti, mempelajari dan merenungkan perjalanan hidup para anbiya “khususnya Nabi Muhammad Saw” Insyaallah kita akan memperoleh Hanya Penghambaan yang Bisa Melahirkan Pertolongan serta petunjuk-petunjuk yang benar pada jalan yang lurus  yang dapat membedakan dan memisahkan salah dan benar, Haq dan batil dan seterusnya. Banyak sekali pelajaran, manfaat dan maslahat yang dapat kita petik daripadanya bagi asuhan ruhani maupun pendidikan jasmani, untuk kepentingan diri pribadi seorang diri, mengenai kepentingan masyarakat, bangsa dan negara serta dunia. Hendaklah masing-masing dari kita suka mentelaahnya dengan teliti dan seksama dan mengambil sebanyak-banyaknya hikmah dan ajaran yang baik-baik. Silahkan..

*

Maka timbullah berbagai macam cara, aturan, latihan, tata tertib mengenai penjelajahan, penelitian, perenungan mengenai cara pemecahan soal-soal batiniah. Ini pula sumbernya ilmu batin dan latihan ruhani yang sering disebut ilmu Tarikat, ilmu Hakekat, ilmu Makrifat. Tujuannya satu yakni : ARKANUL IMAN/ AKAIDUL IMAN/ ILMU KALAM atau ILMU MAKRIFAT.

Untuk mencapai tingkatan “Allah Minded 100%” maka dilakukan latihan-latihan lahir dan batin terus menerus sepanjang hayat dikandung badan dengan tidak meninggalkan syariat Islam yang telah diajarkan nabi Muhammad Saw sedikitpun juga.  Bahkan kekuatan batin yang diperoleh oleh latihan-latihan ruhani itu ialah karunia Allah kepada yang bersangkutan oleh karena itu sudah seharusnya dan sewajibnya lah menjadi tangga memanjat tinggi, dasar penguat syariat yang diwajibkan oleh Allah kepada hambanya.

Sekali lagi dengan tidak meninggalkan syariat Islam yang telah diajarkan nabi Muhammad Saw sedikitpun juga.

Karena banyak kasus orang yang hendak belajar – tengah belajar – sudah belajar dan memperoleh ilmu Tarikat/ilmu/Hakekat/ilmu Makrifat  suka tergoda oleh sikap berdiam diri, bertumpang dagu, berpeluk lutut, meninggalkan ikhtiar dan mengabaikan syariat Islam (Arti Penting Pembinaan Dalam Islam dikehidupan). Seakan-akan mereka merasa sudah “puas” dan cukup “sempurna” dengan hasil-hasil latihan yang dilakukan dan ilmu yang didapatkan. Padahal kejadian yang sebenarnya adalah tidak sanggup dan tak tahan uji oleh realita, kenyataan, dan tidak bersendikan dan berukuran Syariat Islam. Sungguh patut disesalkan dan disayangkan padahal maksud dan tujuannya semula amat tinggi dan mulia, untuk mencari jalan hidup yang sempurna dan menemui jalan mati yang sempurna pula yaitu hidup dan mati dengan-dan-di dalam Islam.

Carilah alasan-alasan untuk kita “TERUS BELAJAR” mengenal Islam, untuk memperluas pandangan dan penglihatan kita dalam mempelajari Islam, untuk memperdalam pengertian dan faham kita dalam mentelaah Islam, untuk menyempurnakan “ilmu” dan “amal” Islam. -M.H-

Hendaknya orang yang akan belajar-tengah belajar-sudah belajar serta memperoleh ilmu Tarikat/ilmu Hakekat/ilmu Makrifat itu menjadikan ilmu tersebut bekal ilmu menjalani kehidupan menghamba kepada Rabb nya yang meresap ke dalam jiwa dan pikiran dan tertanam dalam hati sanubari kita sedalam-dalamnya Laku Lampah Hidup yang Mebawa Keselamatan. Serta hendaknya segera diwujudkan dalam bentuk amal shaleh sepanjang ajaran Islam sebagai mana yang dicontohkan nabi Muhammad Saw. Karena apabila ilmu yang tidak disertai dengan amal, bagaikan pohon yang berbunga tapi tidak berbuah.


**

Karena berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka berkembang pula pemahaman manusia hasil dari kumpulan pengalaman, penjelajahan dan kemajuan pendapat sesuai dengan kecerdasan akal manusia yang dicapai sepanjang masa.

Ilmu pengetahuan dan teknologi ini adalah karunia Allah sebagai pencipta kepada kita sebagai mahluknya yang seharusnya digunakan untuk semakin mendekatkan diri kita kepada sang Rabb bukan malah sebaliknya.

Islam pada dasarnya memiliki sifat-sifat yang tetap sedangkan ilmu pengetahuan manusia senantiasa berubah-rubah, berkurang atau bertambah menurut kecerdasan otak manusia pada tiap-tiap zaman. Dalam mentelaah Islam dan menyelaminya tidak cukup hanya kecerdasan otak yang tinggi serta ilmu pengetahuan dan teknologi saja melainkan diperlukan juga kesucian ruhani, lahir dan batin, keadilan timbangan, keluhuran budi pekerti dan ahlak sesuai dengan ajaran Alquran dan sunah Nabi Muhammad Saw.

Tegasnya Islam “kalau perlu” boleh bertentangan dengan kehendak, ilmu pengetahuan  dan teknologi manusia, tapi Ilmu pengetahuan dan teknologi  manusia yang benar tidak boleh dan tidak akan bertentangan dengan ajaran Islam

Apa lacur, ada sebagian manusia yang tidak tau diri padahal diberi kecerdasan akal yang tinggi dan karunia yang besar tetapi ia lupa kepada Rabb manusia, penciptanya akal manusia. Disebabkan pandangannya yang sempit, pengetahuan yang tidak berdasarkan tuntunan Illahi serta fahamnya yang dangkal. Manusia ini menjadikan akal dan nafsu sebagai tuhannya. Manusia seperti itu suka melampaui batas serta mudah menunjukan sikap megah, congkak, takabur menolak dan membuang tiap-tiap sesuatu yang dianggapnya belum bisa masuk akalnya, belum diketemukan perhitungannya dan mengatasi segala pengetahuan dan pengertiannya. Ajaran Islam yang menguntungkan dan sesuai nafsu dan sangkaan diambil, sedangkan yang tidak sesuai nafsu dihilangkan. Ilmu pengetahuan dan teknologi membuat ia makin menjauhkan dari rasa keagamaan, lepas dari tuntunan ilahi serta ajaran-ajaran Anbiya Allah.

Islam diperkosa dan dipaksakan harus sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta nafsu manusia bukan malah sebaliknya. Inilah faktor yang menyebabkan lahirlah isme isme seperti materialisme, komunisme, liberalisme, sekulerisme dan lain-lain yang sadar atau tidak menjadi tandingan Allah, Rasulullah dan Islam.

Maksud mencari sebanyak-banyaknya ilmu itu bukan sekali-kali untuk menjauhkan diri dari Islam dan meninggalkan syariat Islam. Bukan! sekali lagi bukan!! Kita harus pandai menghimpun sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan sampai kepada tingkat setinggi-tingginya untuk menyempurnakan amal bakti yang diperintahkan Allah atas kita sebagai hambanya.

Ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan untuk memperluas pandangan dan penglihatan dalam mempelajari Islam, untuk memperdalam pengertian dan faham dalam mentelaah islam

Mari terus belajar dan ber-Islam yang bukan hanya sekedar identitas di KTP saja, bukan hanya sekedar menjadi  Islam karena faktor keturunan, bukan hanya sekedar menjadi Islam karena ikut-ikutan (teman-orang tua/ nenek moyang).

Wahai anak muda.. jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka engkau harus sanggup menerima pahitnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s