Jejak Generasi Terdahulu

“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun, kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.” (QS. Huud, 11: 100-101) ! 

Allah menciptakan manusia dan memberinya bentuk fisik dan spiritual, membiarkannya menjalani kehidupan, dan akhirnya menunjukkan keberadaan-Nya dengan memberi manusia itu kematian. Allah menciptakan manusia, dan berdasarkan ayat berikut: “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan)?” (QS. Al Mulk, 67: 14), Ialah satu-satunya yang mengetahui dan mengenal manusia, yang mengajarinya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Oleh karena itu, satu-satunya tujuan nyata seseorang dalam hidupnya adalah untuk meninggikan Allah, memohon, dan mengabdi kepada-Nya. Karena itu juga, ajaran suci dan wahyu Allah yang disampaikan kepada manusia melalui para nabi-Nya adalah satu-satunya petunjuk bagi manusia.

Al Quran adalah kitabullah terakhir dan merupakan wahyu-Nya yang terpelihara. Maka kita wajib menerima Al Quran sebagai petunjuk yang sebenarnya, dan mencermati semua keputusannya. Inilah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia baik di dunia maupun di alam nanti.

Namun demikian, kita perlu menelaah dengan saksama serta penuh perhatian apa yang diceritakan Al Quran kepada kita, dan merenung-kannya. Di dalam Al Quran, Allah menyatakan bahwa tujuan utama diwahyukannya Al Quran tidak lain untuk menyuruh manusia berpikir:

 “(Al Quran) ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS. Ibrahim, 12: 52) !

 Berita-berita tentang kaum terdahulu yang merupakan bagian penting dalam Al Quran, jelas-jelas merupakan hal yang patut kita re-nungkan. Sebagian besar dari kaum ini mengingkari, bahkan me-musuhi para nabi yang diutus kepada mereka. Kelancangan mereka mengundang kemurkaan Allah, dan mereka pun disapu bersih dari muka bumi.

Al Quran menjelaskan bahwa peristiwa-peristiwa penghancuran ini hendaknya menjadi peringatan bagi generasi berikutnya. Sebagai contoh, langsung setelah penggambaran dari hukuman atas sekelompok orang Yahudi yang menentang Allah, disebutkan dalam Al Quran:

 “Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah, 2: 66) !

 Dalam buku ini, kita akan menelaah masyarakat-masyarakat masa lampau yang telah dihancurkan karena penentangan mereka terhadap Allah. Tujuan kita adalah untuk menyoroti semua peristiwa ini, yang masing-masingnya merupakan “contoh bagi mereka di masa itu”, sehingga mereka dapat menjadi sebuah “peringatan”.

Alasan kedua kita mempelajari penghancuran ini adalah untuk menunjukkan bahwa apa yang diungkapkan Al Quran benar-benar terjadi di dunia dan membuktikan keotentikan cerita-cerita dalam Al Quran. Di dalam Al Quran, Allah menjamin bahwa ayat-ayat-Nya dapat diamati pada konteks dunia luar.

 “Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihat-kan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya.” (QS. An-Naml, 27: 93) 

 Mengetahui serta mengenali itu semua merupakan salah satu jalan utama yang membimbing kepada keimanan.

Hampir semua peristiwa penghancuran yang diceritakan dalam Al Quran “dapat diamati” dan “dapat dikenali” berkat berbagai penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini terhadap arsip serta temuan-temuan arkeologis. Dalam penelitian ini kita akan berhubungan dengan jejak-jejak dari beberapa peristiwa penghancuran yang disebutkan dalam Al Quran. (Haruslah dicatat bahwa kaum-kaum yang diceritakan dalam Al Quran belum seluruhnya tercakup dalam buku ini, karena dalam Al Quran sebagiannya tidak dinyatakan dengan waktu dan tempat yang terperinci, hanya disebutkan perilaku penentangan serta kejahatan mereka terhadap Allah dan para nabi-Nya, serta bencana yang menimpa mereka sebagai akibatnya. Dengan demikian, manusia diseru untuk mengambil peringatan dari mereka).

Tujuan utama kita adalah menyoroti berbagai kenyataan dalam Al Quran melalui berbagai penemuan saat ini, sehingga menunjukkan kebenaran agama Allah kepada semua orang, baik beriman maupun tidak. (Sumber dari Harun Yahya).

To be continue…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s