Belajar Agama Itu Seumur Hidup

Berikut ini adalah kisah nyata seorang pemuda yang sedang mengobrol ria dengan ibunya yang sudah lama tak berjumpa. Nama dan tempat kejadian dirahasiakan untuk menjaga privasi.

Pemuda yang baru pulang dari bermain itu langsung menuju ruang makan. Perutnya terasa sangat lapar sekali. Dia mengambil nasi beserta lauk-pauknya yang telah tersedia dimeja makan. Di ruang  keluarga  duduk Ibunya yang sedang menonton TV. Singkat cerita Ibu itu memanggilnya..

Ibu : “Nak… Duduk sini dekat Ibu ya! Makannya disini aja. Sudah lama kita ga pernah ngobrol-ngobrol” (panggilnya).

Anak : “Ada apa Bu, tumben ngajak ananda mengobrol ria??” (sambil membawa piring yang berisi  nasi dan  lauk pauknya)

Ibu : “Sekarang kamu udah gede ya, ga terasa sudah 22 tahun berlalu…”

Anak : “Ya dong, masa kecil mulu… namanya juga orang hidup!”

Ibu : “Btw, waktu kecil dulu ibu sering lihat kamu Sholat, lha kenapa udah gede kamu jadi ga pernah sholat lagi??”

Anak : “Hee..Hee… Ibu bisa aja, nyindir nih”😛 (sambil menyuapkan nasi ke mulutnya)

Ibu : (meneruskan pertanyaan nya) “Kenapa sekarang kamu ga pernah ngaji lagi sama teman-teman??”

Anak : “Bosen ngaji terus Bu, kan dulu udah pernah ngaji masa ngaji lagi”😛 (jawabnya dengan santai)

Ibu : “Owh.. mentang-mentang dulu udah pernah ngaji jadi sekarang kamu ga mau belajar mengaji lagi!”

Anak : “Ya kan ngaji mah gitu-gitu aja… sedikit banyak ananda juga tau kok tentang agama (ISLAM)” (dengan percaya diri).

Ibu : “Ibu mau nanya nih ke kamu, kenapa kamu makan padahal dulu juga kan udah makan??” (dengan nada yang lembut)

Anak : (mengerutkan keningnya) “Ibu ini ada-ada aja, klo ananda ga makan nanti ananda bisa kurus dan lama-lama bisa mati! emangnya Ibu mau lihat ananda mati karena tidak makan?!” (candanya :P)

Ibu : “Walaupun kamu makan, tetap saja suatu saat nanti kamu pasti akan mati! Perhatikanlah… diri ini terdiri dari Jasmani dan Ruhani. Makan adalah salah satu contoh pemenuhan kebutuhan jasmani. Salah satu contoh pemenuhan kebutuhan ruhani apa?? yaitu salah satunya mengaji Al-Qur’an!  mengaji itu sangat penting nak dan merupakan salah satu cara untuk memenuhi  kebutuhan ruhaniah kita!”

Anak : “Iya.. Iya.. malah ceramah Ibu mah bawel…”

Ibu : “Ibu cuma ngingetin kamu karena Ibu sayang kamu. Ruhaniah pun harus dipenuhi kebutuhannya, kalau ga maka ruhaniah itu akan kurus dan  lama-lama mati. Ibu ga mau kamu kurus-mati ruhaniahnya!!! Belajar agama itu seumur hidup nak, selama hayat dikandung badan maka teruslah belajar mengaji Al-Qur’an. Yang harus diingat adalah mengaji Al-Qur’an itu bukan hanya sekedar dibaca akan tetapi juga haruslah dimengerti-dipahami-diamalkan baik didiri maupun sosial.”

Al-Qur’an wajib dijadikan pedoman, petunjuk hidup bagi seluruh mukmin, muslim yang harus dilandingkan/ diaplikasikan menjadi hukum baik dikehidupan pribadi maupun kehidupan  sosial sehingga akan menghasilkan furqon.

Mari terus belajar dan ber-Islam yang bukan hanya sekedar identitas di KTP saja, bukan hanya sekedar menjadi  Islam karena faktor keturunan, bukan hanya sekedar menjadi Islam karena ikut-ikutan (teman-orang tua/ nenek moyang).

Hayu kita rubah paradigma pola pikir bahwa belajar Agama itu cupu alias ucup, ga gaul, ga maen, muka tua atau apa pun itu sebutannya karena hanya dengan terus belajar dan belajar terus-menerus kita bisa mengerti-memahami-mengamalkan Islam secara Kaffah sesuai Al-Qur’an dan Al-Sunnah.

10 Comments Add yours

  1. Fir'aun NgebLoG mengatakan:

    mantab dech postingannya…!!!

    memang bener tuch, agama itu harus terus dipelajari dan dipraktekkan seumur hidup!!!

  2. ummurizka mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr wb..kunjungan balikku, salam kenal ya. benar kata ibu diatas, ruh kita harus juga senantiasa dipenuhi haknya seperti halnya akal dan fisik kita agar hidup bisa seimbang.

  3. Abu Acho mengatakan:

    C anak -na kira2 sahanya?hehehe ….😀

    1. rosendi mengatakan:

      Hee..Hee.. anu ngarumasa umurna masih 22 thn pokok na mah😛

  4. rosendi mengatakan:

    @ All : Hatur thank you dah berkunjung😀

  5. Teras Info mengatakan:

    ya…betul, belajar agama itu emang untuk seumur hidup,,,karena itu adalah bekal yang hakiki…
    karena dengan ilmu agama yang kuat, insayaallah kita akan selalu diberi kemudahan dalam mengahadapi segala cobaan…sehingga tidak keluar jalur….he..he..he…

  6. Fir'aun NgebLoG mengatakan:

    bLoGwaLkinG aja lagi dech…!
    ditunggu kunjungan baliknya yach!
    Hatur tengkyuw😀

  7. Usup Supriyadi mengatakan:

    ”Mencari ilmu itu fardlu (wajib) atas setiap orang muslim” [Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-‘Ilal].

    Adakalanya sebagian ilmu hukumnya mubah, seperti ilmu sya’ir yang tidak melemahkan pikiran, ilmu sejarah, dan lain-lain. Adakalanya sebagian ilmu itu tercela, seperti ilmu sihir, sulap, dan ilmu untuk memalsu. Sedangkan ilmu syar’iyyah, semuanya terpuji, yang bisa dibagi menjadi empat macam, yaitu ushul, furu’, muqaddimaat, dan mutammimaat.

    1. Ilmu ushul (dasar), yaitu Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ijma’ umat, dan atsar shahabat.

    2. Ilmu furu’ (cabang), yaitu apa yang dipahami dari dasar-dasar ini, berupa berbagai pengertian yang memberikan sinyal kepada akal, hingga dapat memahami apa yang seharusnya dipahami

    3. Ilmu muqaddimaat (pengantar), yaitu ilmu yang berfungsi sebagaimana alat, seperti ilmu nahwu dan ilmu bahasa, yang menjadi alat untuk memahami Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya ‘alaihish-shalaatu was-salaam.

    4. Ilmu mutammimaat (pelengkap), seperti ilmu membaca, makhraj huruf, ilmu tentang nama-nama rijal hadits, keadilan dan keadaan mereka. Semua ini disebut ilmu syar’iyah dan semuanya terpuji.

    wa allaahu a’lam

    1. rosendi mengatakan:

      Makasih kang sudah melengkapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s