Manusia uang

manusia uangBanyak orang yang bilang kalau tujuan hidup mereka adalah hanya untuk ber-ibadah kepada Allah SWT yang bahasa langitnya sukses di dunia dan juga sukses di akherat. Dengan pengertian sukses itu adalah ketika segala keinginan yg kita impikan dapat tercapai, sukses berkaitan erat dengan kemampuan dan daya tahan seseorang dalam mencapai tujuan yg diinginkan.

Sadar atau tidak manusia yang berumur +17 keatas hampir menghabiskan seumur hidupnya untuk “bekerja” mencari uang. Sampai-sampai tak sadar telah menjadikan uang sebagai tujuan, maka manusia mau melakukan apapun untuk memperolehnya. Manusia rela pindah lokasi, lintas pulau bahkan lintas dunia untuk mencari uang. Manusia rela bekerja memeras otak, berkeringat, banting tulang lebih dari patut demi mendapatkan uang dengan bekerja pagi–siang–sore–malam–lembur hampir setiap harinya, sampai hampir habis semua waktu yang manusia punya untuk bekerja. Manusia rela… padahal kalau kita sholat didalam do’a iftitah yang kita baca : “sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah” bukan sekedar cari uang kan???

Demi masa sesungguhnaya manusia itu kerugian kecuali orang yang beriman, beramal shaleh, saling menasehati dalam kebenaran dan menetapi kesabaran.

Ketika manusia disentil, maka muncul pemikiran yang mengatakan bahwa uang itu bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Dengan lugas manusia berkata :

  • Kita beribadah tidak hanya dilaksanakan dengan sholat, puasa, dsb. Mencari uang demi menghidupi keluarga juga, adalah ibadah yang hukumnya wajib.
  • Zaman sekarang, sekolah itu mahal, jadi perlu uang banyak untuk mencari ilmu.
  • Bersedekah, kita juga perlu uang. Kalau kita banyak uang tidak perlu berhemat dalam bersedekah.
  • Kemudian  menyimpulkan sendiri bahwa manusia jangan terlalu apatis bila melihat orang yang giat dalam mencari uang, bukankah pegangan kita Al-qur’an dan Al-Sunnah? (secara konsep manusia itu sadar, tapi prakteknya masih sangat kurang… mungkin ini ya yang disebut dengan ber-iman sebatas konsep/ ilmu…)

Adalah benar dan tidak salah ibadah itu bukan hanya mengerjakan sholat, puasa, zakat dsb mencari uang juga termasuk ibadah. Yang perlu diingat adalah ibadah itu mencakup segala aspek yaitu habluminallah, habluminannas, habluminalalam… jadi sangatlah tidak cukup dengan hanya mencari uang sudah menganggap cukup beribadah ! jangan menjadikan mencari uang sebagai ibadah untuk alasan pembenaran dan pemakluman.

Pertanyaannya :

Apakah dengan giat mencari uang sampai habis dan hanya tersisa sedikit waktu bagi manusia bisa mencapai tujuannya yaitu beribadah hanya kepada Allah Atau tanpa sadar telah menjadi budak/ hamba uang ?

atau dengan mencari uang sudah menganggap cukup beribadah ?

atau… atau…. atau….

3 Comments Add yours

  1. Abu Acho mengatakan:

    Diga na tulisan na rada nyepet ieu teh …. hahahha

  2. rosendi mengatakan:

    Tidak bermaksud, ini mah realita kekinian da!
    Uang penting, akherat jg penting…
    hmm… gitu kan bung?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s